Cara Menghitung CFM Exhaust Hood & Ukuran Blower Dapur Restoran Agar Tidak Pengap
Rumus praktis menghitung debit hisap udara (CFM), pemilihan exhaust fan sentrifugal, dan desain ducting agar dapur dingin dan bebas asap pekat.
Salah satu keluhan paling umum di restoran dan cafe baru di Boyolali dan Solo adalah hawa dapur yang luar biasa panas (mencapai 45°C) dan asap masakan yang bocor sampai ke area makan tamu. Masalah ini 90% bersumber dari salah perhitungan kapasitas hisap blower (CFM) dan desain exhaust hood canopy yang memayungi kitchen set komersial.
1. Rumus Menghitung Kebutuhan CFM Exhaust Hood
CFM (Cubic Feet per Minute) mengukur volume udara yang harus dihisap blower setiap menitnya. Rumus standar ASHRAE untuk tudung hisap dinding (Wall Canopy):
- Area Tumis Ringan / Steamer: 150 - 200 FPM
- Kompor Biasa / Fryer: 250 - 300 FPM
- Kwali Range & Charbroiler (Heavy Duty): 400 - 500 FPM
Contoh Kasus: Restoran di Solo memiliki cooking line kitchen set sepanjang 3 meter (±10 feet) dengan 2 unit kwali range dan 1 griddle. Maka kebutuhan hisap minimum adalah 10 ft × 400 FPM = 4.000 CFM.
Jalur pipa buang yang diperhitungkan hambatannya (static pressure) agar hisapan tetap kencang.
Dilengkapi filter baffle penangkap minyak dan wadah tetesan minyak (oil cup) yang mudah dicopot.
2. Mengapa Dapur Wajib Dilengkapi Fresh Air (Make-Up Air)?
Bila Anda menghisap 4.000 CFM udara keluar ruangan tanpa memasukkan udara baru, dapur akan mengalami tekanan negatif ekstrem. Akibatnya pintu dapur berat dibuka, AC ruangan luar tersedot ke dapur, dan hembusan hisap hood menjadi tidak bertenaga.
iSteel Works selalu merancang sistem ventilasi seimbang dengan suplai Fresh Air sebesar 80%–85% dari total CFM exhaust sehingga dapur tetap sejuk dan sirkulasi oksigen bagi chef tetap sehat.
Tim Teknis & Fabrikasi iSteel Works
Spesialis fabrikasi perlengkapan dapur komersial stainless steel SUS 304, sistem ventilasi exhaust hood, dan instalasi kitchen hotel/restoran.