Panduan Lengkap Memilih Stainless Steel SUS 304 vs SUS 201 untuk Dapur Restoran
Pahami perbedaan ketahanan korosi, kandungan nikel 8%, dan sertifikasi food-grade antara SUS 304 dan SUS 201 agar investasi dapur komersial Anda tepat sasaran.
Ketika membangun atau merenovasi kitchen set restoran di Solo, Surakarta, atau Boyolali, keputusan paling krusial adalah menentukan grade plat stainless steel. Di pasaran Indonesia, dua jenis yang paling sering ditawarkan adalah SUS 304 dan SUS 201. Meskipun sekilas tampak serupa, performa dan daya tahannya terhadap asam dan garam sangat jauh berbeda.
1. Komposisi Kimia: Mengapa Nikel Sangat Penting?
Stainless steel SUS 304 memiliki kandungan nikel sekitar 8% – 10.5% dan kromium 18% – 20%. Kandungan nikel yang tinggi ini membentuk lapisan pasif kromium oksida yang sangat rapat dan tahan terhadap serangan asam cuka, saus tomat, garam, dan deterjen cuci piring.
Sebaliknya, SUS 201 menggantikan nikel dengan mangan (Mn) dan nitrogen. Kandungan nikelnya hanya 1% – 1.5%. Akibatnya, pada pemakaian 6–12 bulan di area basah, SUS 201 akan mulai mengalami pitting corrosion (bintik karat jarum) yang merusak estetika dan higienitas makanan.
Minyak dan bakteri tidak dapat meresap ke dalam logam sehingga aman bersentuhan langsung dengan makanan.
Tidak perlu mengganti meja atau sink setiap 2 tahun sekali karena korosi.
Tim Teknis & Fabrikasi iSteel Works
Spesialis fabrikasi perlengkapan dapur komersial stainless steel SUS 304, sistem ventilasi exhaust hood, dan instalasi kitchen hotel/restoran.